Tim Adiwiyata MTsN 9 Sleman Presentasikan Implementasi Ekoteologi pada Turba DWP Kemenag Sleman

Update Matsama (MTsN 9 Sleman)- Tim Adiwiyata MTsN 9 Sleman yang diwakili oleh Umu Hani’mempresentasikan implementasi ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari pada kegiatan Turun ke Bawah (Turba) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman yang diselenggarakan di MTsN 9 Sleman pada Rabu (17/6/2026). Presentasi tersebut menjadi acara inti yang mendapat perhatian besar dari seluruh peserta yang hadir.

Mengusung tema Implementasi Ekoteologi: dari Bahan Alami hingga Limbah, Membangun Jiwa Kreatif dan Peduli Lingkungan, Umu Hani’ menjelaskan berbagai program dan praktik baik yang telah dikembangkan MTsN 9 Sleman dalam upaya menanamkan kepedulian lingkungan kepada seluruh warga madrasah. Dalam paparannya, Umu Hani’ menjelaskan bahwa ekoteologi merupakan cara pandang yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan sebagai tanggung jawab dalam menjaga dan melestarikan lingkungan. Menurutnya, menjaga alam bukan hanya kewajiban sosial, tetapi juga bagian dari pengamalan ajaran agama.

Dalam kesempatan tersebut, Umu Hani’ mengaitkan konsep tersebut dengan firman Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 56, yang mengingatkan manusia agar tidak membuat kerusakan di muka bumi setelah Allah memperbaikinya. Ayat tersebut menjadi landasan penting dalam membangun kesadaran ekologis yang berakar pada nilai-nilai spiritual. “Ekoteologi mengajarkan bahwa manusia adalah khalifah di bumi yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam. Allah telah memberikan lingkungan yang baik untuk dimanfaatkan secara bijaksana, bukan dirusak,” jelas Umu Hani di hadapan peserta.

Dalam presentasinya, Umu Hani’ juga mengajak seluruh anggota DWP untuk mulai melakukan langkah-langkah sederhana dalam menjaga lingkungan, seperti menanam tanaman produktif maupun tanaman obat keluarga (toga), memanfaatkan lahan yang tersedia, serta membiasakan pengelolaan sampah sejak dari sumbernya. Umu Hani’ memaparkan berbagai program lingkungan yang telah dijalankan MTsN 9 Sleman, mulai dari pemanfaatan tanaman toga menjadi produk minuman, pengelolaan sampah organik menjadi pupuk lindi, pemanfaatan barang bekas menjadi berbagai kerajinan dan media tanam, hingga pengembangan program ketahanan pangan madrasah.

“Dari bahan alami kita belajar memanfaatkan karunia Allah secara bijak, sedangkan dari limbah kita belajar untuk tidak membuang sesuatu secara sia-sia. Semua dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat jika disertai kreativitas dan kepedulian,” ungkapnya. Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan tersebut. Berbagai contoh praktik pengelolaan lingkungan yang ditampilkan menjadi inspirasi bagi anggota DWP untuk diterapkan di lingkungan keluarga maupun satuan kerja masing-masing.

Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan merupakan bagian dari ibadah dan tanggung jawab bersama. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat budaya peduli lingkungan melalui langkah-langkah sederhana yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan menanam, memanfaatkan tanaman secara produktif, serta mengelola limbah dengan bijak, setiap individu dapat berkontribusi dalam mewujudkan lingkungan yang sehat, lestari, dan berkelanjutan. (IM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha