
Sleman (MTsN 9 Sleman) – MTsN 9 Sleman menggelar kegiatan Uji Publik Kurikulum MTsN 9 Sleman Tahun Ajaran 2026/2027 pada Jumat (29/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di ruang keterampilan tersebut dimulai pukul 08.00 WIB dan diikuti oleh seluruh guru serta pegawai MTsN 9 Sleman.
Uji publik kurikulum ini menjadi salah satu tahapan penting dalam penyusunan dan penyempurnaan dokumen kurikulum madrasah agar sesuai dengan kebutuhan peserta didik, perkembangan zaman, serta kebijakan pendidikan yang berlaku. Selain melibatkan unsur internal madrasah, kegiatan ini juga menghadirkan berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk keterbukaan dan partisipasi publik dalam pengembangan kurikulum.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sub Koordinator Kurikulum dan Kesiswaan Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta, Anita Isdarmini, Plt. Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Tri Wahyuni, Pengawas Pembina Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Asih Budiati, perwakilan orang tua peserta didik, serta perwakilan siswa MTsN 9 Sleman.
Kepala MTsN 9 Sleman dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyusunan kurikulum tidak hanya menjadi tanggung jawab tim pengembang kurikulum madrasah, tetapi juga memerlukan masukan dari berbagai pihak agar dokumen yang dihasilkan benar-benar relevan dan implementatif. Menurutnya, kolaborasi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mewujudkan kurikulum yang mampu menjawab tantangan pendidikan sekaligus memenuhi kebutuhan peserta didik di era yang terus berkembang.
Selama kegiatan berlangsung, tim pengembang kurikulum memaparkan draft Kurikulum MTsN 9 Sleman Tahun Ajaran 2026/2027 yang mencakup visi, misi, tujuan madrasah, struktur kurikulum, program unggulan, penguatan karakter, serta berbagai kegiatan pengembangan diri peserta didik. Setelah pemaparan, peserta uji publik diberikan kesempatan untuk memberikan saran, masukan, dan rekomendasi terhadap dokumen yang disusun.
Dalam arahannya, Anita Isdarmini mengapresiasi upaya MTsN 9 Sleman yang melibatkan berbagai unsur dalam proses penyusunan kurikulum. Menurutnya, kurikulum yang baik adalah kurikulum yang mampu menjawab tantangan masa depan tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan karakter kebangsaan.
“Kurikulum madrasah harus menjadi dokumen hidup yang mampu mengakomodasi perkembangan zaman, kebutuhan peserta didik, serta kekhasan dan keunggulan madrasah. Oleh karena itu, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan dalam uji publik seperti ini sangat penting untuk menghasilkan kurikulum yang berkualitas dan implementatif,” ujar Anita Isdarmini.
Berbagai masukan yang disampaikan oleh peserta, baik dari unsur pengawas, orang tua, maupun peserta didik, menjadi bahan penyempurnaan dokumen kurikulum sebelum ditetapkan dan diterapkan pada Tahun Ajaran 2026/2027. Melalui kegiatan uji publik ini, MTsN 9 Sleman menunjukkan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui penyusunan kurikulum yang adaptif, partisipatif, dan berorientasi pada kebutuhan peserta didik serta perkembangan pendidikan masa kini.(CR)
