Antusias, Anggota DWP Kemenag Sleman Belajar Meracik Wedang Matsama, Membuat Pupuk Lindi, dan Melukis Pot Daur Ulang di MTsN 9 Sleman

Update Matsama (MTsN 9 Sleman)- Kegiatan Turun ke Bawah (Turba) Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sleman yang digelar di MTsN 9 Sleman pada Rabu (17/6/2026) berlangsung meriah dan edukatif. Para anggota DWP yang hadir tampak antusias mengikuti berbagai praktik pengolahan limbah dan pemanfaatan tanaman toga yang menjadi salah satu program unggulan madrasah.

Kegiatan diawali dengan demonstrasi pembuatan Wedang Matsama, minuman herbal berbahan dasar kunyit dan asam yang diperagakan oleh guru MTsN 9 Sleman, Iiniyatul Lutfiyah. Dengan penuh semangat, Iiniyatul menjelaskan tahapan meracik minuman tradisional tersebut, mulai dari pemilihan bahan, proses pengolahan, hingga penyajian yang menarik. Wedang Matsama ini menjadi salah satu produk pemanfaatan tanaman obat keluarga (toga) yang dibudidayakan di lingkungan madrasah. Selain memiliki cita rasa segar, minuman ini juga dikenal memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan.

Selain belajar meracik minuman herbal dari tanaman toga, para anggota DWP juga mendapatkan pelatihan pembuatan pupuk lindi yang dipandu oleh Umu Hani’. Dalam demonstrasinya, Umu Hani’ menjelaskan bagaimana limbah organik berupa sisa sayuran dan buah-buahan dapat diolah menjadi pupuk cair organik yang bermanfaat untuk menyuburkan tanaman.

Umu Hani’ memaparkan proses fermentasi limbah organik hingga menghasilkan cairan lindi yang kaya unsur hara. Pupuk tersebut selama ini dimanfaatkan untuk mendukung berbagai program penghijauan dan ketahanan pangan yang dikembangkan di MTsN 9 Sleman. “Limbah organik yang sering dianggap sampah sebenarnya masih memiliki nilai manfaat yang besar jika dikelola dengan baik. Salah satunya dapat diolah menjadi pupuk cair untuk tanaman,” jelas Umu Hani’ di hadapan peserta.

Tidak hanya itu, para anggota DWP juga diajak berkreasi melalui kegiatan melukis pot tanaman yang terbuat dari galon air mineral bekas. Galon yang sudah tidak digunakan disulap menjadi pot tanaman yang menarik dan bernilai estetika tinggi melalui sentuhan kreativitas para peserta. Dengan penuh semangat, para ibu menuangkan berbagai ide dan motif warna pada pot-pot daur ulang tersebut. Suasana menjadi semakin hidup ketika para peserta saling berbagi inspirasi dan menunjukkan hasil karya masing-masing.

Melalui kegiatan ini, MTsN 9 Sleman kembali menunjukkan komitmennya sebagai madrasah yang aktif mengembangkan program Adiwiyata dan ekoteologi. Berbagai praktik baik yang diperagakan diharapkan dapat menginspirasi anggota DWP untuk menerapkannya di lingkungan keluarga maupun masyarakat sehingga tercipta budaya peduli lingkungan dan kreativitas yang berkelanjutan. (IM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Are you human? Please solve:Captcha