
Update Matsama (MTsN 9 Sleman)- Dalam rangka meningkatkan upaya promotif dan preventif untuk mendukung kesehatan mental siswa, MTsN 9 Sleman menggelar kegiatan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) pada Kamis (30/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Puskesmas Depok 1, yaitu Lucia Darujati dan Adhisty Nur Wulandari.
Kegiatan P3LP ini diikuti oleh para siswa dengan penuh antusias. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya menjaga kesehatan mental serta membekali mereka dengan keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama ketika menghadapi kondisi psikologis yang tidak stabil, baik pada diri sendiri maupun orang lain.
Dalam pemaparannya, Lucia Darujati menjelaskan bahwa kesehatan mental merupakan aspek penting yang harus diperhatikan sejak usia remaja. Ia menekankan bahwa tekanan akademik, pergaulan, serta perubahan emosi yang dialami remaja dapat memicu munculnya berbagai masalah psikologis jika tidak ditangani dengan baik.
Sementara itu, Adhisty Nur Wulandari memberikan penjelasan praktis mengenai langkah-langkah P3LP. Siswa diajarkan cara mengenali tanda-tanda seseorang yang sedang mengalami tekanan psikologis, teknik mendengarkan secara empatik, serta cara memberikan dukungan awal yang tepat sebelum mendapatkan bantuan profesional.

Kepala MTsN 9 Sleman Siti Juwariyah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen madrasah dalam menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh, baik secara akademik maupun emosional. “Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya kesehatan mental serta mampu menjadi agen kepedulian di lingkungan sekitarnya,” ungkapnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan P3LP ini, MTsN 9 Sleman berharap dapat terus memperkuat peran madrasah sebagai garda terdepan dalam mendukung kesehatan mental generasi muda, sekaligus mendorong terciptanya budaya saling peduli dan empati di kalangan siswa. Upaya ini juga diharapkan mampu membentuk karakter siswa yang tangguh, berdaya saing, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Selain itu, sinergi antara guru, siswa, dan seluruh warga madrasah menjadi kunci dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan (IM)
